Ibaratnya nonton konser Muse tanpa tahu menahu kalau mereka itu trio, nonton musikal MK tanpa sedikit mengenal salah satu pemeran utamanya akan memperbasi suasana saat menyaksikan pementasan MK 24-27 Mei 2007 [jadwal terbaru].
Bagi orang kuper yang masih bingung kenapa ada orang Jepang main di produksi EKI, please deh, EKI bukan organisasi sembarangan, dan pemeran utama musikal MK bukan sepenuhnya asal Jepang.
Takako yang sering dipanggil Tata, adalah cewek campuran Jawa Jepang yang lahir tanggal 7 January 1972 di Surabaya. Tapi dari tingkah laku maupun wajahnya, tidak sedikitpun mengingatkan kita sama aura-aura sushi. Entah kalau sosok ini dikenali lebih dalam lagi, mungkin di rak dapur Tata bisa ditemukan teh hijau asli Shizuoka.
Cewek yang sekarang lagi single ini sudah memasuki dunia tari sejak usia 12 tahun. Tanda-tanda gemblengan bertahun-tahun bisa kelihatan dari figur badan Tata. Selama ini dia belajar dari beberapa penari senior seperti Rusdy Rukmarata, M. Supriyatin, Elly Rarantha dan A. Bachtiar, Chichi Kadijono dan Rudy Wowor.
Menari bukan satu-satunya keahlian Tata, yang mengaku sangat menyukai stage act. Artinya, dia juga bisa acting dan nyanyi. Sejak gabung di EKI tahun 1997, Tata mendapat gojlokan seni teater dari dalang edan Sujiwo Tejo dan pelajaran vokal Anette Frambach.
Dari segi pengalaman, enggak usah ditanya. Mulai dari Madam Dasima sampai Freakin’ Crazy You, Tata jadi penari utama EKI. Kemampuan acting juga sudah terbukti saat mentas di Lovers & Liars (2004).
Karena kemampuannya yang lengkap itu Tata terpilih sebagai pemeran tokoh Narcissi dalam musikal MK, seorang perempuan dari keluarga sederhana yang tegila-gila sama kesempurnaan, seorang social climber yang penuh ambisi.
Dalam kehidupan sehari-hari sulit bagi Tata untuk menapaki social ladder. Waktu yang dibutuhkan untuk bergaul habis dipakai latihan teater. Bagusnya dia merasa beruntung. EKI yang gaul itu sering mengajak pihak lain untuk ikut serta dalam event-event mereka, jadi Tata bisa kenalan sama banyak orang. Seperti produksi EKI kali ini, bintang tamunya antara lain Aida Nurmala dan Sarah Sechan, Ira Duaty dan Netta Kusuma Dewi. Dari cast pemeran utama MK, praktis hanya Tata dan Uli Herdinansyah yang masih dibawah naungan management EKI.
Tata terlihat menikmati kehidupan sebagai penari. Kecintaannya bermula ketika ayahnya sering mengajak Tata melihat balet klasik di laser disk, melototin Swan Lake, Sleeping Beauty, dan Giselle. Kedengaran agak geeky dan culun, tetapi ternyata pengetahuan Tata tentang Madonna juga cukup lengkap, membuatnya masuk golongan perempuan normal yang grow-up di tahun 80an.
Terus, sampai kapan mau menari? ”Sampai badan saya mengatakan ’Duh, gue udah ’gak sanggup lagi.’ Tapi kalau yang ditanya jiwa, saya akan terus menari, dan ’gak mau berhenti.” Demikian jelas Tata yang juga punya ambisi, mensosialisasikan pekerjaan menari sebagai sesuatu yang pantas diperhitungkan, dan dihargai sejajar dengan pekerjaan lainnya seperti guru atau dokter.
Mungkin karena cita-citanya yang tinggi itu Tata yang lebih dari 30 tahun, belum menikah. Tata sendiri mengaku kalau dia sama sekali tidak anti menikah. Statusnya yang saat ini single memang lebih karena sebagai pekerja seni dirinya dituntut dedikasi penuh 24 jam sehari. Sesuatu yang sulit dilakukan kalau sudah menikah.
“Kalau dia cinta sama karirnya dan hasil kerja dan karyanya bisa membuat bahagia banyak orang, why not?” komentar Tata memberikan sebuah alasan yang patut dihargai.
Kalau sampai puas nonton Miss Kadaluwarsa, tentunya kita tau dong kenapa?
Reportase: Wirya Kartasasmita