Blog EntryMission: PhantomApr 9, '07 12:04 PM
by dmitri for everyone


Uli Herdinandyah, Aiko Senosoenoto dan Alim Sudio ke Singapura nonton Phantom of the Opera. Tiga anggota tim penulis naskah Miss Kadaluwarsa [MK] diproyeksikan menjalani misi pengintaian salah satu play tersukses di dunia dibawah codename Mission: Phantom.

 

Ketiga insan penulis naskah MK ini dibebani tugas pengintaian sebuah pergelaran seni yang disinyalir dapat menyaingi gerakan revolusi seni Jakarta yang dipelopori EKI Dance Company.

 

EKI, singkatan dari Eksotika Karmawibhangga Indonesia, tentunya harus mengambil tindakan-tindakan prefentif terhadap bahaya laten Gerakan Seni Negeri Tetangga (GSNT), yang dicurigai semaikin hari semakin banyak menarik minat penonton dari Indonesia.

 

“Singapura dulu kan tempat pelarian berbelanja dan berobat, sekarang jadi tempat pelarian seni buat orang Indonesia,” ungkap Media Gossip Officer EKI, Iwan Seti. “Hal ini tidak baik bagi negeri tercinta kita, karena semakin hari semakin banyak uang yang dihasilkan di sini, tetapi dihabiskan di negeri tetangga. Kita sudah mampu mengantisipasi masalah perbelanjaan dengan pembangunan berbagai mal-mal yang harga barang elektronik maupun produk bermerek lainnya sudah bisa menyaingi Singapura. Tetapi sekarang, kita dihadapi dengan sebuah langkah strategis pemerintah Singapura dalam percaturan komersil multilateral, yang terus terang saja, saya sebagai orang seni di EKI sama sekali tidak bisa terima,” papar Iwan dengan muka sedih, penuh keluh kesah menatapi sepatunya sendiri.

 

“Sepatu baru, mas?” demikian tanya beberapa rekan wartawan dalam upaya tulus mereka menghibur hati lelaki jangkung berkaca mata yang selama ini telah banyak membantu mereka mendapatkan bahan-bahan mentah Infotainment. Bahkan para artis ibukota yang kebetulan berlalu lalang di kantor EKI di bilangan Manggarai itu ikut bersimpati. “Penyebar gossip atau tidak, yang pasti kalau untuk urusan nasional, kita masih punya toleransi tinggi,” ungkap salah satu artis yang namanya keberatan untuk disebut.

 

Iwan, dalam konferensi pers dadakan tersebut melanjutkan bahwa sebenarnya kenyataan ini tidak perlu diratapi, karena EKI sudah memiliki jawabannya. Dalam hal ini, Divisi Counter Gossip EKI, yang kebetulan dipimpin pakar Infotainment Indonesia, yaitu Uli Herdinansyah, sudah menyiapkan rencana pengamanan demi kesuksesan pementasan MK.

 

“Tunggu saja tanggal mainnya. Pementasan Miss Kadaluarsa akan menjadi yang terheboh dalam sejarah,” demikian janji Uli, sambil memasukkan sejumlah brosur MK kedalam tas koper yang akan dibawanya ke Singapura. Uli dibantu dengan Alim pun tidak lupa memamerkan topeng dan pakaian serba hitam yang akan mereka pakai saat menonton Phantom of the Opera, sebuah karya yang sangat mereka gemari.

 

Tidak diragukan lagi, Miss Kadaluarsa memang ditulis oleh pakar-pakar penulisan naskah Indonesia berpengalaman dan sangat profesional.


Add a Comment
   
Miss Kadaluwarsa
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help