'What to do? What to do?'
Kira-kira demikian tanya Lev Tolstoy dalam bukunya Anna Karenina (sekarang tersedia edisi bahasa Indonesia di toko-toko buku Jakarta), tentang dilema hidup yang menimpa Stepan Oblonskiy, lelaki yang memiliki senyum yang bermasalah.
Dan ternyata, ada parallel universe antara pedalaman Rusia jaman baheula dengan Jakarta abad 21. Bagi anda yang sudah bosan dengan SMS berisi undangan clubbing, rampung menonton semua film di bioskop atau DVD, 'neg ndelok tempe tahu' restoran favorit, atau bikinan istri, suami, anak, orang tua, anak buah atupun atasan anda, tentunya pertanyaan anda berikutnya tidak akan jauh dari kata-kata yang sama: 'What to do? What to do?' di Jakarta?
Tepat! Pada intinya kita semua sama saja. Haus tontonan baru. Semoga apa yang sudah disajikan EKI Dance Company bisa menjadi alternatif bagi anda yang menonton. Dan semoga, orang-orang EKI masih cukup makan cukup tidur untuk lanjut mengerjakan rencana pementasan berikutnya.
Tentunya sulit untuk memenuhi selera setiap individu. Pemred blog MK pun mengakui, dirinya sudah reservasi jatah komplain (dan jatah apresiasi) yang pastinya akan memenuhi box feed-back di kantor EKI di jalan Padang 32. Dan lewat artikel kali ini, Redaksi blog MK yang juga ditugasi untuk menghitung dan membuat statistik feed-back ingin mengingatkan anda yang sudah nonton untuk mengisi dan mengirim questionaire yang telah disebarkan selama pertunjukan ke fax nomor 021-8313029.
Mumpung masih membahas topik yang sama, Pemred blog MK mengambil inisiatif ingin mempublikasi sebuah masukan yang menginspirasi.
I think this the best medium in achieving understanding among the Chinese, mixed Chinese, Indonesian culture. Your ability to laugh and portray the 'typicalities' of Chinese in Indonesia is admirable. I dont think you should loose heart at not being able to perform. Stay together, do not let those who know of you forget EKI. Sooner or later you will perform again, I find it quite professional. So many young people with this pride of their multiculture is extraordinary. When I have settled down, I promise to look for all of you gifted *scrible* (can't figure out this one word). Dont lose heart, lets continue to get support. You need a strong non-conformist spokesperson.
I enjoyed the show. I couldn't answer question #9 as presented. It doesnt do you justice.
Well, tepatnya budaya Cina dan Jawa dipadukan dalam suasana Indonesia kontemporer. Siapa pun yang menulis masukan ini, redaksi blog MK terharu. Makanya, sebelum questionaire ini masuk ke dalam mesin giling statistik dan hanyut bersama jawaban questionaire lainnya, kami ingin menikmati 'momen narsis' ini. Anda yang puas sama MK boleh ikutan menikmati. Yang belum puas (sekali lagi) boleh kirim aja questionairenya.
In case belum puas sama jawaban di questionaire, silahkan reply artikel ini.
Wish us luck with the next show!