Blog EntryNarcissi: Battle for PerfectionMay 8, '07 2:21 AM
by dmitri for everyone

Musikal Miss Kadaluwarsa sudah mendekati satu tahun masa persiapan. Kira-kira Mei/Juni tahun lalu, setelah rampung dengan produksi Freakin’ Crazy You, EKI mulai mencari bahan pembicaraan baru yang pantas untuk didramatisir di depan publik.

 

Tema modern versus tradisional sudah menjadi sesuatu yang umum, universal dan selalu relevan. Soalnya selama kehidupan masih playing-on, yang muda akan menjadi tua dan apa yang sekarang modern, suatu saat nanti akan menjadi kuno. Tinggal kita suit-suitan soal definisi modern/kadaluwarsa untuk menentukan mana yang masih actual dan mana yang sudah lewat.

 

Kebetulan karena niatnya mau bikin drama musikal, maka dipilih lah tema-tema seputar karakter yang drama queen. MK pun akhirnya bercerita tentang perempuan yang berpendidikan dan berpenampilan modern, tetapi masih terkungkung pikiran-pikiran lama.

 

Tokoh Narcissi akhirnya ketiban sial harus memiliki kepribadian yang secara sepihak dicap ‘Kadaluwarsa’ sama tim penulis naskah. Menurut Takako Leen, peran yang dimainkannya itu “hidup dalam kepalsuan. Dia mau membuat dirinya sempurna. Dia malu punya keluarga miskin makanya dia mau lari dari kenyataan itu.”

 

Tata banyak belajar dari karakter Narcissi. “gak ada yang sempurna di dunia ini, malah kadang dari ketidak sempurnaan kita jadi punya banyak teman, jadi bisa saling memperbaiki. Dengan begitu kita jadi butuh orang lain.”

 

Peran Narcissi yang jaim itu memberi tantangan tersendiri buat Tata. “Yang paling susah dilakukan adalah menahan emosi waktu beracting sebagai Narcissi. Karena tokoh ini tuh punya karakter yang sangat kaku, berbicara terpola dan teratur, semua tindakan terlihat anggun, sampai posisi badanpun harus tegak terus.”

 

Dalam kehidupannya sehari-hari, Takako juga dihadapi perjuangan meraih kesempurnaan. Bedanya sama Narcissi, Tata enggak segitu-gitu amat. Sebagai penari Takako juga harus mengikuti aturan dalam hal menjaga dan merawat tubuh supaya bisa terus menari. Soalnya kalau tidak hati-hati, justru bisa jadi kadaluwarsa.

”Saya gak bisa makan, minum atau bertingkah laku yang sama seperti orang-orang kebanyakan. Contohnya saja, seorang penari tidak boleh merokok karena bisa mengganggu fungsi pernafasan. Dan tidak boleh melakukan olahraga seperti sepak bola atau basket atau tenis misalnya, karena kalau waktu melakukan olahraga itu kita gak hati-hati dan keseleo akut, wah, tamatlah...”

 

EKI Production juga punya segudang cerita Battle for Perfection mereka. Tapi mungkin kesempurnaan itu lebih dititik beratkan pada bobot cerita yang berkualitas, yang dijabarkan lewat penulisan naskah yang matang. Urusan realisasi di atas panggung EKI memilih untuk rendah hati dan realistis, yaitu tampil lebih populer. Maksudnya supaya pesan-pesan yang terkandung bisa dimengerti mayoritas penonton.

 

Reportase: Wirya Kartasasmita

Add a Comment
   
Miss Kadaluwarsa
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help