Blog EntryKebebasan Eksplorasi Oni KrisnerwintoApr 28, '07 2:21 AM
by dmitri for everyone

Musikal Miss Kadaluwarsa [MK] akan menjadi bentuk kolaborasi ke empat antara Oni Krisnerwinto dengan EKI Production. EKI yang Dance Company itu, lebih focus pada aspek tarian dan teater dari sebuah pergelaran. Kekosongan musikalitasnya kemudian di isi oleh Oni Krisnerwinto, sebagai Komposer dan Music Director MK.

 

Untuk MK, jazz kembali terpilih sebagai genre musik yang dimainkan, karena sifatnya lebih bebas secara ekspresi sekaligus bisa memberi nuansa urban. Seperti halnya produksi EKI sebelumnya, MK akan memainkan live jazz band, kali ini dengan setting: drum, contra bass, piano, gitar, terompet & saxophone, dan biola.

 

Sampai sejauh ini belum ada sesi latihan yang melibatkan pemeran, penari dan pemusik sekaligus. Yang ada juga, para cast dan EKI dancers yang mengikuti sample lagu gubahan Oni yang dimainkan dari player computer. Terdengar masih belum matang, seperti juga pengakuan Oni. Memang pada awal proses komposisi dan aransemen, Oni memainkan semua instrument sendiri, sementara Sita RSD mengisi vokal dadakan. Terasa sekali kalau rekaman masih demo quality.

 

Terus bagaimana nanti, saat live, bisa padu diatas panggung?

 

Di sini teruji profesionalisme para director. Rudy Wowor [koreografer] dan Rusdy Rukmarata [sutradara sekaligus koreografer] bersama-sama dengan Oni menghasilkan satu musical blue-print yang nantinya akan diterjemahkan kedalam bahasa tari dan musik kepada personil mereka masing-masing. Nanang Hape yang juga menjadi sutradara ikutan nimbrung kalau salah satu aktor/aktris yang dia bimbing harus ikutan nyanyi. Persiapan komponen berbeda dilakukan terpisah dibawah pimpinan masing-masing director. Hasilnya akan dipadukan di momen-momen terakhir sebelum pementasan.

 

Kalau di dunia lain, kerja seperti ini bisa disebut sebagai sub-contracting. Kontraktor utama kemudian akan melakukan assembly di fase akhir sebuah produksi, contohnya sebuah barge perusahaan petroleum. Kalau ini dunia Lego, maka rumah-rumah, mobil-motor, orang-orangan, dan jalan-jalan yang disusun secara terpisah kemudian disambung-sambung menjadi sebuah panorama kota Lego yang luas. Berjalan mengelilingi panorama tersebut, atau sedikit mengambil risiko untuk tip-toeing diantara bangunan plastik miniatur, kita bisa merasakan sesuatu yang berbeda. Sebuah harmoni.

 

Di pementasan MK kita juga bisa ber-tip-toe-ria, di iringi jazz numbers gubahan Oni Krisnerwinto. Dia mengakui kalau yang namanya mood itu bakal sangat mempengaruhi permainan pemusiknya. Sebetulnya ini berlaku untuk semua orang yang terlibat di panggung. Bagi Oni, ada sebuah zona yang harus dimasuki para performer. Sebuah state of trance yang membawa kita masuk ke dalam harmoni yang dihasilkan lewat kerja sama orang-orang yang terlibat. Itulah nilai tontonan sebuah pementasan.

 

Oni semangat kalau diminta kolaborasi bareng EKI. Buat dia, pengalaman kerja sama ini sebagai proses belajar, sebuah learning curve. Dan bobot pelajarannya terus meningkat setiap kali bekerja sama. Alasan yang membuat Oni begitu semangat rupanya simple sekali. Dia bisa bereksplorasi sebebas-bebasnya. Memang kalau menggarap album sendiri Oni juga berekspresi bebas, tetapi kalau menjadi pengiring, Oni lebih sering harus menyesuaikan diri sama pesanannya. Kali ini, Oni diberikan kebebasan mengiringi sesuka hati.

 

Redaksi blog MK jadi penasaran, CD apa saja yang belakangan didengar Oni. Tiga album CD yang dia beli terakhir antara lain John Scofield, Astor Piazzola dan Jan Garbarek. Nama-nama yang jarang dikenal orang. Oni mengaku kalau dia lebih suka membeli lagu-lagu yang jarang muncul di radio atau teve, sambil menceritakan kepuasannya mencari hal-hal unik di salah satu record store lokal.

Check salah satu sample lagu MK karya Oni Krisnerwinto disini.


Add a Comment
   
Miss Kadaluwarsa
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help